PATA Memprediksi Pemulihan dan Pertumbuhan Pengunjung Asia Pasifik yang Kuat Hingga 2027


BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pacific Asia Travel Association (PATA) telah merilis Prakiraan Pengunjung Asia Pasifik terbaru 2025-2027, yang memberikan wawasan mendalam tentang tren pemulihan pariwisata di seluruh kawasan.

Laporan komprehensif ini, yang disiapkan bekerja sama dengan Pusat Penelitian Perhotelan dan Pariwisata dari Sekolah Manajemen Perhotelan dan Pariwisata di Universitas Politeknik Hong Kong, menyajikan prakiraan untuk 39 destinasi di kawasan Asia Pasifik dalam skenario ringan, sedang, dan parah, yang menawarkan wawasan penting bagi para pemangku kepentingan di industri perjalanan dan pariwisata.

CEO PATA Noor Ahmad Hamid mengatakan seiring dengan pemulihan yang kuat di sektor pariwisata global, kawasan Asia Pasifik tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan.

Prakiraan terbaru ini menyoroti perubahan dinamis dalam arus pengunjung, intervensi kebijakan, dan peningkatan infrastruktur yang akan membentuk lanskap pariwisata kawasan tersebut selama tiga tahun ke depan. Dengan memahami tren yang terus berkembang ini, destinasi dapat memposisikan diri dengan lebih baik untuk pertumbuhan dan ketahanan yang berkelanjutan.

Sorotan Utama dari Prakiraan Pengunjung Asia Pasifik 2025-2027

Lintasan Pertumbuhan yang Tangguh: Di bawah skenario sedang, kedatangan pengunjung internasional (IVA) ke Asia Pasifik diproyeksikan mencapai 813,7 juta pada tahun 2027, yang mencerminkan tren peningkatan yang berkelanjutan dari perkiraan 648,1 juta pada tahun 2024.

Kebijakan dan Konektivitas Mendorong Pemulihan: Proses visa yang disederhanakan, rute penerbangan yang diperluas, dan infrastruktur yang ditingkatkan mempercepat pemulihan. Inisiatif seperti perluasan transit bebas visa di Tiongkok dan proyek “Enam Negara, Satu Destinasi” di Thailand menggambarkan bagaimana pergeseran kebijakan strategis dapat mendorong arus pengunjung.

Kinerja Destinasi: Tiongkok diperkirakan akan merebut kembali posisinya sebagai destinasi masuk terdepan di kawasan tersebut, dengan AS, Turki, dan Hong Kong SAR berada di antara negara-negara dengan kinerja terbaik pada tahun 2027. Sementara itu, Mongolia, Turki, Sri Lanka, dan Jepang diproyeksikan akan memimpin dalam tingkat pemulihan, melampaui jumlah pengunjung sebelum pandemi.

Pasar Sumber Utama: Tiongkok diperkirakan akan mempertahankan perannya sebagai pasar sumber terbesar untuk Asia Pasifik, diikuti oleh AS, Hong Kong SAR, Korea (ROK), dan India.

Meningkatnya kelas menengah di India dan Asia Tenggara, bersama dengan meningkatnya adopsi platform pembayaran digital dan inspirasi perjalanan yang didorong oleh media sosial, mendorong pertumbuhan perjalanan keluar.

Tren Makro yang Memengaruhi Ekonomi Pengunjung: Lanskap pariwisata Asia Pasifik akan terus dibentuk oleh pergeseran ekonomi, faktor geopolitik, dan kemajuan teknologi. Transformasi digital, inisiatif pariwisata berkelanjutan, dan infrastruktur transportasi baru akan mendefinisikan ulang pengalaman perjalanan di kawasan ini.

Sorotan Utama dari Prakiraan Pengunjung Asia Pasifik 2025-2027

Lintasan Pertumbuhan yang Tangguh: Berdasarkan skenario sedang, kedatangan pengunjung internasional (IVA) ke Asia Pasifik diproyeksikan mencapai 813,7 juta pada tahun 2027, yang mencerminkan tren peningkatan yang berkelanjutan dari perkiraan 648,1 juta pada tahun 2024.

Kebijakan dan Konektivitas Mendorong Pemulihan: Proses visa yang disederhanakan, perluasan rute penerbangan, dan peningkatan infrastruktur mempercepat pemulihan.

Prakarsa seperti perluasan transit bebas visa di Tiongkok dan proyek “Enam Negara, Satu Tujuan” di Thailand menggambarkan bagaimana perubahan kebijakan strategis dapat mendorong arus pengunjung.

Kinerja Destinasi: Tiongkok diperkirakan akan merebut kembali posisinya sebagai destinasi masuk terdepan di kawasan tersebut, dengan AS, Turki, dan Hong Kong SAR berada di antara yang berkinerja terbaik pada tahun 2027.

Sementara itu, Mongolia, Turki, Sri Lanka, dan Jepang diproyeksikan akan memimpin dalam tingkat pemulihan, melampaui jumlah pengunjung sebelum pandemi.

Pasar Sumber Utama: Tiongkok diperkirakan akan mempertahankan perannya sebagai pasar sumber terbesar untuk Asia Pasifik, diikuti oleh AS, Hong Kong SAR, Korea (ROK), dan India.

Meningkatnya kelas menengah di India dan Asia Tenggara, bersama dengan meningkatnya adopsi platform pembayaran digital dan inspirasi perjalanan yang didorong oleh media sosial, mendorong pertumbuhan perjalanan keluar.

Tren Makro yang Berdampak pada Ekonomi Pengunjung: Lanskap pariwisata Asia Pasifik akan terus dibentuk oleh pergeseran ekonomi, faktor geopolitik, dan kemajuan teknologi. Transformasi digital, inisiatif pariwisata berkelanjutan, dan infrastruktur transportasi barupp akan mendefinisikan ulang pengalaman perjalanan di kawasan tersebut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »